Senin, 13 Januari 2014

Perlabuhan hati

Sudah kutenggelamkan hati seraya berlabuh..
Menautkan hati menanti keridhoan-Mu
kupastikan takan ada kecewa
Walau harus menanti sangat lama

Sungguh kesempurnaan ku melihatnya
Kelembutan pikir yang menenangkan
Menjatuhkan diri dalam irama percintaan
Tak mengharap balasan
Takkan bertuan kepedihan

Jala - jala asmara indah rupanya,
sungguh suci dan murni asalnya
Kau titipkan rasa ini untuku,
laksana tanda,
inilah keindahan cinta

Minggu, 05 Januari 2014

Cerpen - Boy Friend






Cerewet, cantik, ramah, hiperaktif, muslimah, cerdas dan lucu. Ini adalah karakter dari seorang gadis berusia 17 tahun, semester pertama jurusan teknik informatika di salah satu universitas ternama di Jakarta. Raeya, begitulah teman – temanya biasa menyapanya, memanggilnya atau bahkan menggosipinya. Raeya adalah seorang anak tunggal dari orang tua memiliki sedikit waktu untuknya. Raeya memiliki seorang sahabat sejak TK, namanya Kinan. Berkebalikan dengan Raeya, Kinan adalah orang yang pendiam, cool, namun tetap cerdas dan berwibawa. Saat ini Kinan berada di universitas yang sama dengan Raeya, bedanya Kinan menempuh jurusan pendidikan dokter.
Omong – omong masalah cinta, Raeya memiliki kemampuan yang buruk tentang cinta menurut Kinan. Raeya belum pernah berpacaran dengan siapapun, bagi Raeya berpacaran adalah sesuatu yang tidak penting, menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan tak ketinggalan,perasaan. Raeya adalah sesosok wanita yang tidak mau dirugikan dan berusaha untuk tidak merugikan orang lain, dan dia mengangap berpacaran itu adalah hal yang sangat merugikan sehingga dirinya enggan untuk berpacaran. Tapi alasan itu adalah alasan yang biasa keluar dari mulut Raeya, alasan yang keluar dari hati Raeya sangat berbeda dengan apa yang keluar dari hatinya.
Sangat berbeda dengan Raeya, Kinan adalah laki – laki yang sangat ahli dalam hal menaklukan hati wanita. Banyak sekali wanita yang memimpikan dirinya untuk menjadi kekasih mereka karna ketampanan Kinan yang menyerupai salah satu artis korea ( sebut saja Taemin Shinee). Selain tampan, Kinan juga cerdas dan memiliki prospek yang menarik sebagai seorang calon dokter. Kurang lebih  15 wanita pernah menjadi kekasihnya, dari berbagai macam suku ( Sunda,Jawa,Batak,Bugis), berbagai macam karakter ( Melankolis, Sanguinis,Introvert,Ekstrovert), dan berbagai kalangan ( model, mahasiswa, anak SMA). Namun yang unik dari Kinan adalah, semua pacarnya dikenalkan pada Raeya. Dan sebelum jadian Kinan memberikan sebuah syarat untuk tidak mengkambing hitamkan Raeya sebagai sumber masalah hubungan mereka dan memberinya waktu untuk tetap bisa bermain dengan Raeya. Kebanyakan pacar Kinan menerima dengan baik persayratan tersebut meski ada beberapa yang ujung – ujungnya melanggar perjanjian dan akhirnya hubungan mereka pun berakhir secara tragis. Hanya karena tidak suka melihat Kinan dan Raeya terlalu akrab.
Kinan sering memerintahkan Raeya untuk sesegera mungkin mencari pacar, karna dia juga ingin diperkenalkan Raeya kepada pacarnya layaknya yang terjadi dengan kisah Kinan yang mengenalkan semua pacarnya kepada Raeya. Namun Raeya selalu menolak untuk memiliki seorang pacar, dengan alasan yang sama. Raeya selalu melindungi dirinya dari intervensi Kinan yang menyuruhnya untuk memiliki pacar. Dan dengan alasan yang sama pula, Kinan tidak pernah mau menyerah agar Raeya tergugah hatinya untuk memiliki seorang pacar.
Suatu hari Kinan dan pacarnya sedang berjalan – jalan di cilandak town square. Tiba – tiba ponsel Kinan berdering, sebuah panggilan masuk dari Raeya.
“Hallo Assalamu’alaykum,nan. Kamu dimana???”
“ Aku di citos rey,kenapa??”
“ kamu lupa malam ini ada party di rumahku, ngrayain ulangtahun pernihakan orangtuaku yang ke 20? Katanya kamu mau dateng?”.
“oh iya aku lupa, ya udah aku kesana ya.”
“ ya udah Assalamu’alaykum.” Raeya menutup telpon.
Calista pacar Kinan yang mulai merasa dirinya akan ditinggal sendirian dalam dating malam ini pun menampilkan wajah cemberut yang paling jelek yang pernah dia miliki, berharap Kinan tak akan meninggalkanya hanya demi Raeya.
“ Itu tadi Raeya ya???” katanya
“ Iya, sorry ya lis. Sebenernya gue ada janji sebelumnya sama Raeya buat dating ke annive orang tuanya. Lu mau pulang bareng gue apa gimana? Biar gue anter.” Kata Kinan pada kekasihnya dengan perasaan amat bersalah.
“ ya udah lu pergi aja. Gue mau ke gramed nyari buku”. Kata Calista kesal
***

Raeya dan Kinan sudah bersahabat selama lebih dari 12 tahun. Selain rumah mereka berdekatan, kedua orang tua mereka juga berteman baik. Baru – baru ini Raeya merasakan ada yang berbeda dari seorang Kinan. Mungkin sekarang dia melihat apa yang dilihat banyak wanita pada diri seorang Kinan. Selama ini Raeya hanya menganggap Kinan adalah seorang anak manja yang sok cool ketika berada diluar rumah. Namun sekarang Raeya merasa Kinan adalah sosok yang lebih dari sekedar cool, dia terlihat tampan, memesona dan menggetarkan jantung ketika berada di dekatnya.
Hati Raeya dipenuhi rasa gelisah di hari ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya karena Kinan tak kunjng datang ke acara annive orang tuanya. Padahal hamper seluruh keluarga Kinan sudah berkumpul dirumahnya. Hari ini Raeya mengenakan gamis warna merah terang lengkap dengan jilbab yang tersibak menutupi dadanya. Secercah harapan agar Kinan terkesan melihat penampilanya yang agak berbeda dari Raeya yang biasanya yang mengenakan pakaian seadanya asal menutup aurat.
Ahirnya, penantian Raeya akan kedatangan Kinan membuahkan hasil. Kinan menepati janjinya.
“ kemana aja si lu? Acaranya udah mau selese tau nggak…” kata Raeya sedikit kesal dengan keterlambatan Kinan.
“ sorry, tadi gue jalan dulu sama Calista.” Jawab Kinan
“ oh, trus gimana? Calista marah nggak?”. Kata Raeya agak ketus
“ ya muka bĂȘte lah, kayak cewe lainya. Eh lu kok tumben feminim banget bre? Kenapa??”
Wajah Raeya memerah, bukanya memuji Kinan malah heran melihat Raeya yang memang cantik malam itu menurut Kinan.
“ so? Salah gue cantik di acara ulang tahun pernikahan orang tua gue?” kata Raeya berusaha menyembunyikan rasa malunya.
“ nggak sih, tapi bagus lah. Cantik…”
Alhambulillah ya Allah, batin Raeya yang merasa usahanya tidak sia – sia.
***
“ Kamu kenapa sih lis, pagi – pagi udah ditekuk gitu mukanya?”. Tanya Kinan pada Calista yang sejak tadi terlihat murung.
“ Nan, seberapa cintanya sih lu sama gue?”. Tanya Calista
“ gue sayang elu lah, kenapa tiba – tiba lu tanyanya begitu?”.
“ gue ngrasa lu tuh selalu ngutamain Raeya, sebenernya pacar lu itu gue apa Raeya si??? BĂȘte deh jadinya..” Calista makin cemberut, begitu pula dengan Kinan yang juga kesal karena setiap kali bermasalah dengan pacarnya, selalu saja Raeya dibawa – bawa. Padahal diawal jadian sudah dijelaskan tentang hubunganya dengan Raeya hanya sebatas teman.
  Gue udah pernah ngingetin lu soal ini ya,lis. Dan sekarang lu mempermasalahkan lagi? Mau lu apa sih?”
“lu udah keterlaluan, nan. kedeketan lu sama Raeya lebih dari kedeketan gue sama lu. Sekarang gue Tanya, lu pilih gue atau Raeya? “.
“ gue pilih Raeya, lu mau apa?”. Kata Kinan tegas
“ oke kita putus”. Calista pergi meninggalkan Kinan yang duduk di kursi kantin fakultas. Kinan tidak berusaha mengejar Calista. Dia hanya terdiam, malahan bernafas lega karena selama ini dia cukup muak dengan kecemburuan Calista pada Raeya. Padahal Kinan piker Calista akan berbeda dengan wanita lain yang punya tingkat emosi dan kecemburuan sangat tinggi.
***
Sebulan tak berstatus ‘pacaran’ membuat Raeya lebih leluasa untuk dekat dengan Kinan. Selama ini meskipun Kinan selalu mengutamakanya, Raeya tidak terlalu senang jika Kinan bersama dengan wanita lain selain dirinya. Seringkali Kinan meminta pada Raeya untuk dikenalkan pada teman – teman Raeya agar dirinya tidak menyandang status jomblo terlalu lama layaknya Raeya. Namun, tiap kali Raeya diminta untuk mengenalkan temanya pada Kinan, dia selalu menolak dengan berbagai alasan yang kemungKinan bisa diterima Kinan. Sebenarnya Raeya sangat tidak suka pribadi Kinan yang cepat gonta ganti pacar. Kadang kasihan juga dengan para wanita yang pernah singgah sementara di kehidupan Kinan. Mereka harus menelan perihnya cinta karena keegoisan Kinan. Tapi ya begitulah, toh keegoisan Kinan juga tidak merugikanku jadi ya aku Cuma bisa mengingatkan tanpa melakukan tindakan nyata.
Hari ini Kinan menyatakan bahwa dia bertemu dengan wanita hebat yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ketika sedang menjemput Raeya yang melakukan kajian islam di masjid kampus, Kinan mendapati sinar dan getaran cinta menghantamnya ketika bertemu dengan seorang akhwat mengenakan gamis warna kuning. Diperjalanan Kinan selalu menanyakan pada Raeya tentang sesosok wanita yang membuatnya jatuh cinta itu.
Dari informasi yang diberikan Raeya, gadis itu bernama Milatus atau biasa disapa Ila. Dia adalah ketua keputrian rohis kampus. Raeya meragukan jika Ila mau berpacaran denga playboy seperti Kinan. Saking ragunya Raeya, dia meminta agar Kinan menghentikan mimpinya untuk menjadikan Ila pacarnya, tapi berusaha keras ketika ingin menjadikan Ila istrinya. Benar saja, Ila adalah wanita yang taat beragama. Dia selalu menutup auratnya dengan baik, berkata lembut dan ramah pada semua orang, parassnya yang cantik membuatnya semakin sempurna, subhanallah.
Mendengar ke pesimisan Raeya, Kinan jadi semakin tertantang untuk mendekati Ila. Kinan berhasil mendapatkan akun FB, twitter bahkan nomer hpnya yang sengaja dia ambil diam – diam dari kontak Raeya. Benar saja apa kata Raeya tentang Ila. Awal perkenalan Ila sangat ramah dan sangat terbuka. Namun lama kelamaan setelah Kinan menunjukan keinginanya untuk lebih dekat denga Ila, dia malah semakin menjauh. Selama ini wanita – wanita yang pernah menjadi pacarnya, ketika mengetahui ada tanda yang emnyatakan bahwa Kinan menyukainya dan ingin menjalin hubungan yang lebih, wanita – wanita itu terlihat sangat antusias bahkan terkesan lebih aggressive. Berbeda dengan Ila, yang setelah diberi perhatian lebih dua sampai tiga kali, dia malah semakin menghindari Kinan. Saat bertemupun hanya memberikan senyumnya, lalu pergi begitu saja. Kinan merasa, apa dia kurang tampan?? Atau kurang wibawa? Hal inipun dikonsultasikanya pada sahabat baiknya, Raeya. Apa yang salah pada dirinya, sehingga dia yang memiliki label ganteng, kaya, cerdas. Yang ga mungkin ada wanita menolaknya malah dijauhi oleh Ila. Raeya hanya bisa tertawa mendengar keluhan Kinan.
“ gue kan udah bilang, kalo lu mau deketin Ila. Bukan deket secara lahir atau hati. Lu musti deketin dia lewat Allah.” Kata Raeya sambil tertawa
“ deket lewat Allah? Maksudnya??”. Kinan belum terlalu paham.

@see you next story…

Unrequited love

Bicara cinta bukanlah hal mudah
Bukan juga perkara yang rumit,
Ketika Allah menitipkan sebuah rasa,
Ketika itulah sajak cerita mengalun
Menjatuhkan diri sebagai pengagum
keadabadian semu yang terlahang takdir

Menyakitkan itu bukan cinta
Percikan luka itu bagian dari keegoisan
Seolah suatu nilai mulaq
Jika Tuhan mengabulkan hatinya
Pada hati yang bukan untuknya,



Rindu Terlarang

Malam sudah kembali datang
Menyapa rindu yang sebenarnya membara
Sayap - sayap cinta itu terbuka
Kala Adzan berkumandang
Tak ubahnya sebuah jiwa yang remuk
Tuhan, Padamu kutautkan hatiku
Dalam sebuah rasa yang tak terungkap
Ya Allah, aku merindu
Kutitipkan rinduku pada-Mu
Pasrah jiwa ini menjalani
Menanti keputusan yang kau Ridhai
Berbalut malam bertabur bintang
Tujukanlah, Tuhanku..
Jika rinduku terlarang

Move On

 Move On
langkah ini begitu sunyi
menatap dalamnya jejak yang terlihat
sungguh haru merasakan udara disekitar jejaku
kehangatan memudar dilalap kebohongan

tempat itu semakin memilukan
semua kenangan tak berharga
cerita hanya sebuah masa
"masa lalu"
yang sudah menjadi abu - abu.

kesunyian membawaku pada siluet asa
sebuah potongan jejak yang tersisa
membuat jalan yang indah
membenamkan masa yang kelam
hingga terus terbenam
dan takan muncul lagi